Cari Blog Ini

Minggu, 05 Februari 2012

Sebuah Renungan dan Selalu harus diingat : KAPAN KITA AKAN MATI ??

Assallamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Mati..??? Yah ini mungkin sebagai suatu hal yang sangat menakutkan untuk sebagian besar orang, baik yang beriman atau tidak beriman, sehingga kita berusaha melupakan atau terlupakan akan ingat mati ...... ataukah akan menjadi hal yang menggembirakan..?? atau juga boleh jadi menjadi suatu hal yang akan segera dilakukan (bunuh diri) atau yang ditunggu-tunggu bagi orang yang telah berputus asa, bosan atau lelah menghadapi hidup.

Kapan kematian akan menjemput kita ? Detik ini, 1 jam lagi, hari ini, ataukah esok hari .... boleh jadi seminggu lagi, atau sebulan lagi, atau beberapa bulan lagi .... atau beberapa tahun lagi.  Tidak seorangpun yang dapat mengetahui kapan ia akan mati, walaupun ia seorang alim ulama, atau seorang yang pandai keilmuan-nya,  ... atau boleh jadi seorang yang sakti mandra guna, mereka semua tidak mampu atau dapat mengetahui dengan pasti akan waktu kematiannya ......... paling-paling kita hanya bisa menduga-duga, memprediksi atau merasakan sudah dekatnya hari kematiannya ...... atau karena kondisi dari kesehatan seseorang kita memperhitungkan, menduga-duga atau memprediksi sudah dekatnya hari kematian atau maut akan menjemputnya.
Tidak ada yang mengetahui ini semua kecuali Allah swt, dan ini menjadi rahasia dan ketentuan Allah swt ........ kapan seseorang akan dijemput kematiannya (ajalnya).

Tapi yang pasti, kematian itu tidak bisa dihindari .... dan semua kita ini adalah calon mati.
" Kullu nafsin dzaiqatul maut - ( Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian) "                    ( Al-Anbiya 21 : ayat 35)
Apakah kita sudah siap untuk menuju kampung akhirat ?
Apakah kita sudah mempersiapkan bekal, ..... dan dalam mengarungi hidup ini kita sudah memenuhi apa-apa yang ditentukan oleh Allah swt dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya ....... serta Apakah kita sudah menjadi seorang muslim yang seutuhnya ?? 
Dan ingat ... !!!!! masing-masing dari kita akan mendapatkan catatan amalnya dalam kitab yang akan diberikan nanti.  Masing-masing dari kita juga tidak  mengetahui apakah kita akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan ataukah tangan kiri.

Selanjutnya akan dikatakan kepada kita :
" Bacalah kitabmu ! Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisap terhadapmu "
  ( Al-Isra 17 : ayat 14 )

Jika kita menerima kitab catatan amal dengan tangan kiri, maka alangkah celaka dan meruginya kita. Bagaimana nasib kita, sementara kita diikat dengan rantai dan belenggu serta disiksa dengan air yang mendidih didalam NERAKA JAHANAM. Semoga kita terhindar dan Semoga Allah melindungi kita semua darinya.

Sebaliknya, jika kita menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, maka tempat kembali kita adalah SURGA. Kita akan bertemu dengan RABB kita bersama para Nabi, Shiddiqin dan Syuhada ditempat kenikmatan yang abadi, SURGA.

Jika demikian, mengapa kita tidak mempersiapkan dan berbekal untuk menghadapi hari perhitungan dan pembalasan ? Disitu kita baru tahu apakah kita termasuk penghuni SURGA atau penghuni NERAKA
Dimana dalam hal ini Allah berfirman :
" Berbekalah, sedangkan sebaik-baik bekal adalah bekal Taqwa "
(Al-Baqarah 2 : ayat 197)

Kita semua tentu menyakini bahwa kematian itu tidak akan diundur sedikitpun dari seseorang. Kematian akan terjadi pada waktu yang memang sudah ditetapkan, tanpa bisa maju atau mundur.
Allah berfirman :
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukan- nya "   (Al-A'raf 7 : ayat 34)

Allah juga berfirman :
" Kami telah menentukan kematian diantara kamu, sedangkan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan"  (Al-Waqi'ah 56 : ayat 60)

Marilah kita berpikir dan merenungkan, bagaimana jika kematian itu datang, sementara kita sedang berbuat dosa ??

Maka dari itu dengan keterangan dan apa-apa yang telah difirmankan oleh Allah swt, marilah mulai saat ini kita niatkan didalam menjalankan hidup ini selalu dan senantiasa berpegang kepada jalan menuju keridhoan Allah swt.

MENUJU TAUBAT
Menuju taubat merupakan jalan satu-satunya yang dibentangkan bagi kita untuk mendapatkan  keridhoan Allah Yang Mahatinggi dan Mahakuasa, yang telah memberikan tangguh kepada kita hingga detik yang sekarang kita rasakan ini.
Sebagaimana kita ketahui bahwa pintu taubat itu senantiasa terbuka, tangan Dzat Yang Maha Pemurah senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang mau bertaubat kepada-Nya karena melakukan dosa di waktu siang atau malam. ......... Maka mengapa kita masih sombong ?? Hingga kapan hati kita masih saja keras membatu ?

Allah telah menyeru kita didalam kitab-Nya agar kita bertaubat kepada-Nya :
" Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan`menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
(At-Tahrim 66 : ayat 8)

Terkadang musuh kita menggoda kita agar kita selalu bermain-main saja sehingga ia berhasil menipu kita dengan banyak angan-angan. .... Tapi bagaimana sikap kita jika kematian itu datang secara tiba-tiba?
Maka hendaklah kita perhatikan apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an & Sunnah, berupa janji dan ancaman. Yaitu janji kenikmatan (Surga) bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, serta ancaman Neraka bagi mereka yang berbuat dosa.


Ref : Tanda-Tanda HUSNUL KHATIMAH
        Abdullah bin Ahmad
        Al-Allaf Al-Ghamidi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar